Bentuk Kenegaraan

Bentuk Kenegaraan (Konfederasi)

Bentuk kenegaraan adalah ikatan antar negara yang gabungannya tidak merupakan suatu negara. Tiap-tiap negara yang bergabung dalam ikatan tersebut ada yang berdaulat penuh dan ada pula tidak. Ikatan tersebut pada umumnya terjadi karena adanya kesamaan politik, hubungan luar negeri, pertahanan dan keamanan atau kepentingan bersama lainnya.
Yang termasuk dalam bentuk kenegaraan, yaitu antara lain :
1. Negara dominion.
Negara dominion adalah bentuk negara yang tadinya dari daerah jajahan Inggris yang telah merdeka dan berdaulat, yang masih mengakui raja Inggris sebagai rajanya dan sebagai lambang persatuan mereka. Negara dominion berhak menentukan dan mengurus politik dalam dan luar negeri sendiri, serta berhak dengan bebas keluar dari ikatan tersebut.
Negara-negara dominion ini bergabung dalam suatu perserikatan yang dinamakan dengan “The British Commonwealth of Nations”, yang artinya Negara-negara Persemakmuran. Tidak semua bekas jajahan Inggris tergabung dalam Commonwealth karena keanggotaannya bersifat sukarela. Ikatan Commonwealth didasarkan pada perkembangan sejarah dan azas kerja sama antaranggota dalam bidang ekonomi, perdagangan (dan pada negara-negara tertentu juga dalam bidang keuangan). India dan Kanada adalah negara bekas jajahan Inggris yang semula berstatus dominion, namun karena mengubah bentuk pemerintahannya menjadi republik/ kerajaan dengan kepala negara sendiri, maka negara-negara itu kehilangan bentuk dominionnya. Oleh karena itu persemakmuran itu kini dikenal dengan nama “Commonwealth of Nations”. Anggota-anggota persemakmuran itu antara lain: Inggris, Afrika Selatan, Kanada, Australia, Selandia Baru, India, Malaysia, dan sebagainya. Di sebagian dari negara-negara itu Raja/ Ratu Inggris diwakili oleh seorang Gubernur Jenderal, sedangkan di ibukota Inggris, sejak tahun 1965 negara-negara itu diwakili oleh High Commissioner.

2. Negara protektorat.
Negara protektorat adalah suatu negara yang ada di bawah perlindungan (to protect) negara lain yang lebih kuat. Masalah hubungan luar negeri dan pertahanan dari negara protectorat diserahkan kepada negera pelindung. Negara protektorat tidak dianggap sebagai negara merdeka karena tidak memiliki hak penuh untuk menggunakan hukum nasionalnya. Contoh: Monaco sebagai protektorat Prancis.
Negara protektorat dibedakan menjadi dua (2) macam, yaitu:
 Protektorat Kolonial, yaitu bentuk negara protektorat yang diamana urusan hubungan luar negeri, pertahanan dan sebagian besar urusan dalam negeri yang penting diserahkan kepada negara pelindung. Negara protektorat semacam ini tidak menjadi subyek hukum internasional. Contoh: Brunei Darussalam sebelum merdeka adalah negara protektorat Inggris.
 Protektorat Internasional yaitu bentuk negara protektorat yang dimana negara itu merupakan subyek hukum internasional. Contoh:
• Mesir sebagai negara protektorat Turki (1917).
• Zanzibar sebagai negara protektorat Inggris (1890).
• Albania sebagai negara protektorat Italia (1936).

3. Negara UNI
Negara UNI adalah suatu bentuk kenegaraan yang merupakan gabungan dari dua negara atau lebih yang merdeka dan berdaulat penuh, memiliki seorang kepala negara yang sama. Pada umumnya Negara Uni dibedakan menjadi dua macam, yaitu:
1.) Uni Riil (Uni Nyata) yaitu suatu uni yang terjadi apabila negara-negara anggotanya memiliki kepala negara dan alat perlengkapan bersama yang mengurus kepentingan bersama yang telah ditentukan terlebih dulu. Uni ini sengaja dibentuk guna mewujudkan persatuan yang nyata di antara negara-negara anggotanya. Contohnya, antara lain :
• Uni Australia dan Hongaria tahun 1867-1918,
• Uni Swedia dan Norwegia tahun 1815-1905,
• Indonesia dan Belanda tahun 1949.
2.) Uni Personil yaitu suatu uni yang memiliki seorang kepala negara yang sama, sedangkan segala urusan dalam negeri maupun luar negeri diurus sendiri oleh negara-negara anggota. Contohnya:
• Uni Belanda dan Luxemburg tahun 1839-1890,
• Swedia dan Norwegia tahun 1814-1905,
• Inggris dan Skotlandia tahun 1603-1707.
Selain itu ada yang dikenal dengan nama Uni Ius Generalis, yaitu bentuk gabungan negara-negara yang tidak memiliki alat perlengkapan bersama. Tujuannya adalah untuk bekerja sama dalam bidang hubungan luar negeri. Contoh: Uni Indonesia – Belanda setelah KMB.

Tentang ssutel

Sri Syarat Utama Telaumbanua; alumni SMK Negeri 1 Gunungsitoli dan saat ini menempuh kuliah jurusan Social Work di STKS Bandung. Menulis, membaca, catur, aritmatika, main tenis meja, bagian dari kegiatan untuk mengisi waktu luang. Tiada kesejahteraan tanpa keadilan!!! Jangan tunggu cukup mampu untuk berkarya, tapi belajar berkarya sedini mungkin!!!
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s